1.3.a.9. Koneksi Antar Materi "MENGAITKAN MATERI DALAM RENCANA INKUIRI APRESIATIF"

 

MEWUJUDKAN VISI MERDEKA BELAJAR  MELALUI PENDEKATAN INKUIRI APRESIATIF DENGAN TAHAPAN BAGJA SESUAI DENGAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

1.      APA ITU PENDEKAT INKUIRI APRESIATIF?

Inkuiri Apresiatif (IA) dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep IA ini pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble & McGrath, 2016). Pendekatan ini dipercaya dapat membantu membebaskan potensi inovatif dan kreativitas, serta mampu menyatukan orang dalam mewujudkan perubahan. Dalam mewujudkan perubahan yag positif di lingkungan sekolah maka sangat diperlukan adanya kolaborasi antara orang yang memiliki potensi yang dapat memberi kontribusi tercapainya visi sekolah.

Prinsip-Prinsip utama IA adalah psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan visi/perubahan positif. Inti positif yang dimiliki setiap orang yang terlibat di dalamnya merupakan potensi atau kekuatan komunitas untuk melkukan perubahan positif. Dengan bercermin kekuatan yang dimiliki sebelumnya bisa dijadikan jembatan untuk mencapai perubahan ideal yang diimpikan di masa mendatang. Dengan demikian Pendekatana IA dapat dimulai dari menggali hal-hal positif, keberhasilan maupun kekuatan yang telah dimiliki komunitas sebelum melangkah melakukan perencanaan perubahan.

2.      VISI MERDEKA BELAJAR

Visi adalah gambaran besar yang diharapkan/ cita-cita tertentu dari sebuah perusahaan, organisasi, komunitas,maupun  instansi. Dari pengertian tersebut, jika di kaitan dengan visi sekolah maka dapat diartikan sebagai gambaran besar yang menjadi harapan maupun cita-cita sekolah di masa mendatang. Setiap sekolah pasti memiliki visi yang merupakan target maupun tujuan yang akah dicapai. Dalam hal ini target yang dimaksud merupaka pencapaian perubahan positif yang dapat diukur dari berbagai kompetensi murid.Untuk mewujudkan visi merdeka belajar tersebut diperlukan suatu pendekatan. Pendekatan  IA merupakan salah satu pendekatan yang paling cocok untuk  mewujudkan visi mereka belajar dikomunitas sekolah. Hal ini dikarenakan pendekatan IA lebih mengedepankan kekuatan dan kolaborasi. Setiap unsur yang terlibat dalam mewujudkan merdeka belajar pasti memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk medwujudkan visi guru/sekolah.

Menurut pandangan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang dimilki anak. Pada dasarnya semua anak sudah memiliki potensi, kita sebagai pendidik hanya bertugas untuk menumbuhkembangkan potensi atau kekuatan kodarat yang telah dibawa anak sejak lahir. Dengan demikian, agar potensi murid tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik maka sekolah/guru perlu menjadikan semua  murid merasa  aman, nyaman dan bahagia  ketika berada di sekolah maupun disaat mengikuti pembelajaran. 

Andil guru sebagi pionir utama sangat dibutuhkan dalam menumbuhkembangkan potensi anak. Kunci terciptanya merdeka belajar pada murid bermula dari kemerdekaan belajar pada guru. Penggunaan model, strategi, pendekatan, teknik dalam pembelajaran yang berpusat pada murid, penanaman karakter, pembelajaran lintas budaya merupakan hal yang perlu dipertimbangkan guru dalam melakukan pembelajaran.  Murid merdeka artinya menjadikan pembelajaran bagi siswa bukan suatu beban namun, pembelajaran merupakan suatu hal yang menyenangkan dilakukan. Ini  merupakan salah satu tindakan guru yang menjadikan anak merdeka belajar.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan  ciri-ciri murid merdeka antara lain:

1.      Murid merasa aman, bahagia dan senang ketika berada di sekolah 

2.      Murid merasa aman, tentram dan bahagia  ketika mengikuti pembelajaran dengan guru

3.      Murid berani mengekspresikan/mengeluarkan potensi/bakat yang ia miliki

4.      Murid memiliki percaya diri yang lebih tinggi, karena ia sadar kemampuan yang ia miliki adalah kemampuan yang unik artinya memiliki kekuatan tersendiri. (berani menjadi diri sendiri)

5.      Murid berani menyampaikan pendapat

6.      Murid berani bereksplorasi

7.      Murid lebih mandiri

Untuk menciptakan murid merdeka sekolah juga perlu menyediakan sarana prasarana yang mendukung untuk mengembangkan potensi anak. Dalam hal ini sekolah bisa menyediakan wadah, tempat/ruang untuk mengggali potensi/bakat yang dimiliki murid, semisal menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang bervariasi di sekolah. Menciptakan sekolah seperti rumah kedua yang aman, dan menyenangkan sehingga menumbuhkan pengaruh positif terhadap motivasi intrisik murid dalam mengikuti pembelajaran.

3.      KENALI POTENSI YANG ADA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Sebagai guru penggerak kita harus mampu menggali potensi yang ada di lingkungan sekolah. Karena dengan kekuatan/potensi yang ada bisa kita manfaatkan untuk mencapai visi guru/sekolah. Adapun potensi yang ada di lingkungan sekolah saya berkarya adalah:

  1. Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana  yang mendukung yang membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar di sekolah adalah : ruangan kelas yang aman, nyaman, kursi, meja, lemari, papan tulis yang layak,

  1. Sumber Daya Manusia, mulai dari Kepala Sekolah, Guru hingga staff/karyawan

Potensi SDA disekolah saya yang mendukung terciptanya lingkungan interaksi belajar di sekolah adalah kepala sekolah yang memiliki jiwa kepeimpinan yang bijaksana, mengayom, mendukung pelaksanaan pembelajaran yang berpihak pada murid, seperti penyediaan dana untuk mendukung pembelajaran di luar kelas, penyediaan media alat peraga yang mendukung pembelajaran murid di dalam kelas. Di sekolah juga memiliki banyak guru yang berpengalaman sehingga kekuatan ini bisa saya dijadikan untuk senantiasa meminta saran praktik baik dari guru-guru yang jauh lebih berpengalaman dari saya.

  1. Sumber Daya Alam di lingkungan sekolah

Sekolah kami memiliki lapangan yang lumayan luas dan juga taman yang ditanami bunga-bunga dan tanaman hias yang rindang sehingga bisa dijadikan sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Di taman kami juga ada disedian tempat duduk yang nyaman, tempat ini juga cocok dikjadikan sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Di taman-taman sekolah kami juga ada tanaman apotik hidup yang bisa juga dijadikan sebagai sumber/media pembelajaran.

  1. Visi dan misi sekolah

Visi merupakan suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita-cita, tujuan masa depan suatu sekolah. Sementara misi adalah cara atau langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai  visi sekolah. Visi misi merupakan suatu kekuatan yang apabila kita memilikinya maka tujuan pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah/di kelas lebih terarah.

  1. Letak geografis sekolah

Letak sekolah saya bisa dikatakan di perkotaan ramai, namun tidak di pinggir jalan besar.Sekolah kami berada di ibu kota kecamatan, sehingga berdekatan dengan instansi , pemerintah, badan usaha seperti kantor camat, koramil, BRI,Pegadaian, Swalayan dan lain sebagainya. Hal ini bisa dijadikan sebagai potensi/kekuatan untuk mendukung terciptanya lingkungan interaksi belajar yang berpusat pada murid .

 

4.      GALI UNSUR-UNSUR PEMANGKU KEPENTINGAN YANG MEMILIKI POTENSI

 

Sebagai guru penggerak kita juga perlu mengenali unsur-unsur pemangku kepentingan yang memilki kekuatan/potensi yang dapat berkontribusi dalam menggapai impian sekolah. Hal ini diperlukan agar kita bisa melibatkan pihak tersebut berperan dalam mewujukan visi guru/sekolah.Dengan demikian, Kolaborasi sekolah dengan unsuru-unsur pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi guru/sekolah sesuai dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan.

Berikut pemetaan unsur-unsur pemangku kepentingan serta kekuatan yang dimiliki sehingga dapat membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar di sekolah saya berkarya yaitu:

  1. Guru : sebagai aktor yang berperan sebagai pendidik di dunia pendidikan

Saya sebagai aktor pendidik di sekolah memiliki kekuatan berupa bekal ilmu dari program Guru Penggerak terkait bagaimana mendidik yang sebenarnya berdasarkan pemikiran KHD. Saya juga memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk melakukan perubahan terkait paraktik pembelajaran yang berpusat pada murid di setiap pembelajaran. Selain itu saya pribadi juga  memiliki rasa ingin tahu yang kuat/senag mengupgrade ilmu  terkait praktik baik dalam pembelajaran seperti suka bertanya atau mencari ilmu-ilmu baru dari buku, internet maupun bertanya pada rekan sejawat. Setelah itu, saya juga pribadi yang senang mempraktikkan hal-hal yang baru terutama dalam menjalankan profesi saya sebagai pendidik.

  1. Murid : sebagai aktor yang akan dididik menuju selamat dan bahagia

Tujuan pendidikan sesungguhnya adalah menuntun anak untuk menumbuhkembangkan potensi yang ia miliki agar kelak ia merasakan keselamatan dan kebahagiaan di masa mendatang. Proses pembelajaran akan menjadi lebih baik jika semua anak memiliki respon positif dalam mengikuti pembelajaran. Namun ada kalanya beberapa anak tidak selalu menunjukkan keberminatannya dalam mengikuti pembelajaran. Penyebabnya bisa beragam, bisa jadi karena faktor internal maupun faktor eksternal. Dalam hal ini, selain pendekatan dari guru, dukungan dari teman murid lainnya juga sangat diperlukan dalam menumbuhkan kembali motivasi belajar murid tersebut.

3.      Kepala Sekolah yang berperan mengakomodir segala pelaksanaan perubahan

Kekuatan yang dimilki kepala sekolah sehingga dapat membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar di sekolah adalah :

1.      Kepala sekolah saya memiliki kepribadian yang bersedia menerima masukan-masukan sebagai kebijakan sekolah yang baik untuk mendukung tercapainya visi guru/sekolah,

2.      Kepala sekolah saya memiliki jiwa untuk maju termasuk mendukung program-program baru sebagai upaya pencapaian visi guru/sekolah.

3.      Kepala sekolah saya memiliki jiwa kepemimpinan yang bikjaksana sehingga bisa mengakomodir pendapat-pendapat guru-guru dan para orang tua murid untuk membuat kebijakan yang berpihak pada murid.

4.      Rekan guru sebagai rekan kolaborasi untuk mewujudkan perubahan

Rekan guru lain memiliki kekuatan tersendiri bagi saya untuk menumbuhkan interaksi belajar yang dapat memantik motivasi intrinsik belajar anak. Ketika kelas baru dimulai, disitu kita perlu berdiskusi dengan guru kelas sebelumnya terkait  karakteristik anak. Hal ini diperlukan untuk mempersiapkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Dengan rekan sejawat saya juga bisa berdiskusi terkait kendala yang dialami ketika melakukan proses pembelajaran di kelas. Berbagi praktik baik atau bertukar pikiran tentang penggunaan model, teknik maupun strategi belajar juga sangat diperlukan sebagai upaya perbaikan praktik pembelajaran yang dilakukan.

5.      Orang tua siswa, sebagai sumber belajar siswa yang paling dekat

Pemangku kepentingan lain yang berpotensi untuk berkontribusi dalam mencapai visi guru/sekolah adalah orang tua siswa. Orang tua siswa adalah orang yang paling dekat bahkan paling lama waktunya dengan anak dibanding gurunya. Orang tua adalah orang yang paling megenal anknya. Menyadarkan orang tua bahwa pendidikan karakter pertama adalah di kelauarga. Dalam hal ini perlunya guru membangun kesepakatan dalam membangun karakter anak yang dimulai dari rumah. Dimulai dari pemberian contoh sampai pada pembiasaan  karakter yang membudaya. Berikut merupakan kekuatan yang dimilki orang tua siswa di sekolah  sehingga dapat membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar di sekolah :

1.    Motivasi yang tinggi dalam mendukung belajar anaknya di sekolah

2.    Jiwa kepedulian dan solidaritas yang tinggi terhadap masalah  penghambat belajar anak-anak di kelas, sehingga dapat membantu saya dalam mengatasi masalah anak.

3.    Profesi yang beragam seperti: dokter, tukang bunga, karyawan, pedangang dan lain sebagianya,sehingga potensi ini bisa dijadikan sebagai sumber belajar anak.

6.      Unsur dinas pendidikan dan Pengawas Sekolah

Unsur dinas pendidikan memiliki keterkaitan dalam mewujudkan visi sekolah. Mengapa? Karena Pogram-pogram dinas pendidikan umumnya bertujuan untuk mendorong peningkatan ekosistem pendidikan melalui kebijakan-kebijakan maupun program-program yang dicangkan . Dari pencangan program kemudian sosialisasi terkait program dengan  mengundang guru-guru  dan kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan pelatihan yang meningkatkan mutu pembelajran di sekolah. Jika program terstruktur maka akan ada evaluasi sampai pada tindak lanjut program sehingga dapat mempengaruhi komunitas sekolah dalam mewujudkan visinya. Dalam hal ini pengawas sekolah merupakan perpanjang tangan dinas pendidikan yang secara langsung  bertugas untuk terjun langsung ke sekolah dalam mengawasi, memantau dan menilai pelaksanaan 8 standar nasional pendidikan, penilaian, pembimbingan, dan pelatihan profesional guru.  Kekuatan yang dimiliki oleh unsur dinas pendidikan dan pengawas sekolah sangat diperlukan dalam mewujudkan visi guru dan sekolah. Dengan adanya sistem prigram yang terstruktur, pelaksanaan, evaluasi/refleksi, umpan balik sampai pada tindak lanjut maka akan mempermudah sekolah dalam mewujudkan visi sekolah.

7.      Organisasi atau komunitas pendidik

Organisasi/komunitas pendidik merupakan unsur pemangku kepentingan yang tidak bisa dilepaskan oleh guru dalam mewujudkan visi belajar merdeka. Salah satu komunitas yang dimaksud adalah KKG yang merupaka komunitas kelompok kerja guru yang anggotanya adalah guru-guru kelas di SD. Wadah ini merupakan tempat yang sangat baik bagi guru SD untuk memperoleh ide, berbagi ilmu pengetahuan/ide, dan berbagi praktik mengajar yang baik dikomunitas. Komunitas KKG juga merupakan wadah yang baik untuk menyampaikan permasalahan terkait praktik pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga menemukan pemecahan masalah lewat diskusi di komunitas.

Selain komunitas KKG, Organisasi-organisasi yang menunjang tumbuh kembangnya bakat anak seperti di bidang seni (sanggar tari), olah raga (pencak silat,karate), organisasi pegiat literasi. Organisasi-organisasi ini juga sangat bermanfaat untuk mengispirasi, menggali potensi/bakat anak dalam menghasilkan sebuah karya . Pelibatan organisasi-orgaisasi tersebut memiliki kontribusi dalam mewujudkan visi sekolah.  Misalnya anak-anak yang memiliki bakat menulis akan tergali jika pihak sekolah melibatkan pegiat literasi dengan pencangana program-program sekolah sebelumnya.

8.      Masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa yang lebih luas, sekaligus sebagai faktor pendukung keberhasilan sekolah

Unsur pemangku kepentingan dapat membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar di sekolah  selanjutnya adalah masyarakat. Jika dilihat dari lingkungan masyarakat sekolah saya berada, maka kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat sebagai lingkungan belajar adalah:

1.      Lingkungan masyarakat yang bersahabat menyediakan tempat untuk ruang belajar di lingkungan

2.      Kesediaan masyarakat dijadikan sebagai sumber belajar murid

3.      Profesi di lingkungan masyarakat sekolah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar murid

 

5.      BAGAIMANA MEWUJUDKAN VISI MERDEKA BELAJAR MELALUI PENDEKATAN INKUIRI APRESIATIF MODEL BAGJA SESUAI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA?

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan visi/perubahan positif. Perlunya kita memetakan unsur-unsur yang memiliki potensi yang dapat berkontribusi dalam mewujukan visi guru/sekolah. Hal ini mempermudah kita untuk mengatur langkah, merencanakan hal-hal yang melibatkan unsur-unsur tersebut dalam mewujudkan  visi sekolah merdeka belajar. Selain memetaka unsur pemangku kepentingan, kita juga perlu mengenali apa saja potensi lingkungan yang dimiliki sekolah untuk  menunjang terwujudnya visi merdeka belajar di sekolah.Uraian di atas sejalan dengan pemikiran Kihajar Dewantara bahwa yang bertanggung atas terselenggaranya pendidikan ada 3 yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

Mewujudkan visi merdeka belajar melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA  yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali/menggiring kita dalam melakukan perubahan positif serta tindakan-tindakan yang akan kita lakukan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan pemandu. Cara mewujudkan visi merdeka belajar melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA antara lain:

PRAKARSA

PERUBAHAN

Mewujudkan Visi merdeka Belajar di kelas/pembelajaran yang berpusat pada siswa

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

1. Hal yang paling menarik apa untuk kita pelajari dari pengalaman melakukan kegiatan pembelajaran?

 

1.      Membuat tim melakukan perubahan yang anggotanya bisa guru dan siswa-siswa yang dianggap mumpuni.

2.      Diskusi dengan kepala sekolah dan rekan-rekan guru terkait hal-hal positif yang telah dilakukan selama ini dalam mengelola pembelajaran

3.      Wawancara dengan beberapa siswa terkait hal yang paling menarik yang pernah dialaminya ketika mengikuti pembelajaran

 

A-mbil pelajaran (Discover)

1.    Apa kontribusi yang telah dilakukan dan berjalan dengan baik? Mengapa?

2.    Siapa saja selama ini yang terlibat /dilibatkan untuk mendukung?

3.    Kekuatan/keahlian apa yang kita gunakan selama iniuntuk membantu?

4.    Hal menarik apa yang dilakukan oleh orang lain dalam mengelola pembelajaran yang berpusat pada murid sebagai upaya perwujudan visi merdeka belajar?

1.      Bertanya kepada orang lain atau sekolah yang berpengalaman tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid sebagai perwujudan visi merdeka belajar

2.      Searching di media internet, youtube terkait pelakasanaan pembelajaran yang menyenagkan dan berpusat pada murid

3.      Diskusi dengan kepala sekolah dan guru-guru lain terkait hal positif/menyenangkan apa yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran yang menyenagkan dan berpusat pada murid

4.      Melakukan diskusi di Komunitas KKG, berbagi praktik baik terkait pembelajaran yang berpusat pada murid

5.      Mencari informasi lewat media internet terkait praktik perwujudan  visi merdeka belajar/pembelajaran yang berpusat pada murid

6.      Mancari referensi lewat membaca buku, penelitian yang berhubungan dengan praktik pembelajaran yang berpusat pafda murid

7.      Merefleksi diri terkait keahlian apa yang telah kita gunakan untuk membantu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada murid

 

G-ali mimpi (Dream)

1.      Seperti apa siswa dan guru yang terlibat dalam pembelajran?

2.      Bagaimana mewujudkan pembelajaran yang menyenagkan dan berpusat pada murid?

3.      Apakah harapan pembelajran yang menyenagkan dan berpusat pada murid dapat terwujud?

4.      Sumber daya apa yang dapat menunjang terciptanya pelaksanaan pembelajran yang menyenagkan dan berpusat pada murid?

 

1.      Membuat lembar obserbasi aktivasi siswa dan guru terkait pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

2.      Membuat daftar list apa saja hal positif yang kita peroleh dari wawancara dengan siswa, berdiskusi di komunitas, dengan rekan guru, kepala sekolah bahkan orang tua siswa untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

3.      Mencatat hal-hal atau harapan-harapan pembelajaran yang diinginkan oleh murid.

4.       Membuat daftar pihak yang terlibat dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid. (misaknya, guru lain, orang tua, teman atau dengan yang lain).

 

 

J-abarkan rencana (Design)

1. Siapa saja yang akan berperan dalam melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid?

2. bagaimana pengelolaan pembelajaran yang berpusat pada murid?

 3. Bagaimana mengukur kemajuan pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada murid

3. Apa langkah-langkah atau terobosan yang dapat dilakukakan untuk pembelajaran yang berpusat pada murid?

1.      Membuat list pertanyaan berhubungan dengan survey

2.       Berdiskusi dengan rekan guru yang pernah memegang siswa kelas saya sebagai pertimbangan pembentukan kelompok belajar

3.      Menyusun daftar masukan/usulan murid terkait pembelajaran yang mereka senangi

4.      Membuat angket terkait perasaan anak pada pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada murid

5.      Merancang pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai dengan materi dengan memerhatikan masukan-masukan dari siswa. Misalnya: guru dapat menyediakan LKPD, Bahan ajar, Media pembelajaran yang mendukung rancangan pemebelajaran yang berpusat pada siswa

 

 

A-tur eksekusi (Deliver)

1. Siapa yang akan terlibat untuk mewujudkan rencana?

2. Bagaimana melaporkan kemajuan ke kepala sekolah?

 

 

 

1.      Membuat jadwal pelaksanaan pembelajaran

2.      Membuat survey/angket terkait perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran

3.      Menyerahkan hasil survey ke kepala sekolah

4.      Mendiskusikan kembali /merefleksi pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa

5.       Mengevaluasi bersama terkait pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa bersama guru kepala sekolah

6.      Melakukan tindak lanjut dari perubahan yang telah dilakukan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL AKSI NYATA 1.4 PENUMBUHAN BUDAYA POSITIF MELALUI KESEPAKATAN KELAS (PEMBELAJARAN TATAP MUKA/HOME VISIT)

Pemetaan Unsur-Unsur Pemangku Kepentingan Serta Kekuatan/Potensi Lingkungan Sekolah