1.3.a.9. Koneksi Antar Materi "MENGAITKAN MATERI DALAM RENCANA INKUIRI APRESIATIF"
MEWUJUDKAN VISI MERDEKA
BELAJAR MELALUI PENDEKATAN INKUIRI APRESIATIF DENGAN
TAHAPAN BAGJA SESUAI DENGAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA
1.
APA ITU PENDEKAT INKUIRI APRESIATIF?
Inkuiri Apresiatif
(IA) dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis
kekuatan. Konsep IA ini pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble
& McGrath, 2016). Pendekatan ini dipercaya dapat membantu membebaskan
potensi inovatif dan kreativitas, serta mampu menyatukan orang dalam mewujudkan
perubahan. Dalam mewujudkan perubahan yag positif di lingkungan sekolah maka
sangat diperlukan adanya kolaborasi antara orang yang memiliki potensi yang
dapat memberi kontribusi tercapainya visi sekolah.
Prinsip-Prinsip utama IA adalah
psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap
orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan
visi/perubahan positif. Inti positif yang dimiliki setiap orang yang terlibat
di dalamnya merupakan potensi atau kekuatan komunitas untuk melkukan perubahan
positif. Dengan bercermin kekuatan yang dimiliki sebelumnya bisa dijadikan
jembatan untuk mencapai perubahan ideal yang diimpikan di masa mendatang.
Dengan demikian Pendekatana IA dapat dimulai dari menggali hal-hal positif,
keberhasilan maupun kekuatan yang telah dimiliki komunitas sebelum melangkah
melakukan perencanaan perubahan.
2.
VISI MERDEKA BELAJAR
Visi adalah gambaran besar yang diharapkan/ cita-cita tertentu dari sebuah perusahaan,
organisasi, komunitas,maupun instansi. Dari
pengertian tersebut, jika di kaitan dengan visi sekolah maka dapat diartikan
sebagai gambaran besar yang menjadi harapan maupun cita-cita sekolah di masa
mendatang. Setiap sekolah pasti memiliki visi yang merupakan target maupun
tujuan yang akah dicapai. Dalam hal ini target yang dimaksud merupaka
pencapaian perubahan positif yang dapat diukur dari berbagai kompetensi murid.Untuk
mewujudkan visi merdeka belajar tersebut diperlukan suatu pendekatan. Pendekatan
IA merupakan salah satu pendekatan yang
paling cocok untuk mewujudkan visi
mereka belajar dikomunitas sekolah. Hal ini dikarenakan pendekatan IA lebih
mengedepankan kekuatan dan kolaborasi. Setiap unsur yang terlibat dalam
mewujudkan merdeka belajar pasti memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan
untuk medwujudkan visi guru/sekolah.
Menurut
pandangan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah menuntun
segala kekuatan kodrat yang dimilki anak. Pada dasarnya semua anak sudah
memiliki potensi, kita sebagai pendidik hanya bertugas untuk menumbuhkembangkan
potensi atau kekuatan kodarat yang telah dibawa anak sejak lahir. Dengan
demikian, agar potensi murid tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik
maka sekolah/guru perlu menjadikan semua
murid merasa aman, nyaman dan bahagia ketika
berada di sekolah maupun disaat mengikuti pembelajaran.
Andil guru sebagi
pionir utama sangat dibutuhkan dalam menumbuhkembangkan potensi anak. Kunci
terciptanya merdeka belajar pada murid bermula dari kemerdekaan belajar pada
guru. Penggunaan model, strategi, pendekatan, teknik dalam pembelajaran yang
berpusat pada murid, penanaman karakter, pembelajaran lintas budaya merupakan
hal yang perlu dipertimbangkan guru dalam melakukan pembelajaran. Murid merdeka artinya menjadikan pembelajaran
bagi siswa bukan suatu beban namun, pembelajaran merupakan suatu hal yang menyenangkan
dilakukan. Ini merupakan salah satu
tindakan guru yang menjadikan anak merdeka belajar.
Berdasarkan uraian di
atas dapat disimpulkan ciri-ciri murid merdeka antara
lain:
1.
Murid merasa aman, bahagia dan senang ketika berada di
sekolah
2.
Murid merasa aman, tentram dan bahagia ketika
mengikuti pembelajaran dengan guru
3.
Murid berani mengekspresikan/mengeluarkan potensi/bakat
yang ia miliki
4.
Murid memiliki percaya diri yang lebih tinggi, karena
ia sadar kemampuan yang ia miliki adalah kemampuan yang unik artinya memiliki
kekuatan tersendiri. (berani menjadi diri sendiri)
5.
Murid berani menyampaikan pendapat
6.
Murid berani bereksplorasi
7.
Murid lebih mandiri
Untuk
menciptakan murid merdeka sekolah juga perlu menyediakan sarana prasarana yang
mendukung untuk mengembangkan potensi anak. Dalam hal ini sekolah bisa
menyediakan wadah, tempat/ruang untuk mengggali potensi/bakat yang dimiliki
murid, semisal menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang bervariasi di sekolah.
Menciptakan sekolah seperti rumah kedua yang aman, dan menyenangkan sehingga
menumbuhkan pengaruh positif terhadap motivasi intrisik murid dalam mengikuti
pembelajaran.
3.
KENALI POTENSI YANG ADA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Sebagai guru
penggerak kita harus mampu menggali potensi yang ada di lingkungan sekolah.
Karena dengan kekuatan/potensi yang ada bisa kita manfaatkan untuk mencapai
visi guru/sekolah. Adapun potensi yang ada di lingkungan sekolah saya berkarya
adalah:
- Sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana yang
mendukung yang membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar
di sekolah adalah : ruangan kelas yang aman, nyaman, kursi, meja, lemari, papan
tulis yang layak,
- Sumber Daya Manusia, mulai
dari Kepala Sekolah, Guru hingga staff/karyawan
Potensi SDA disekolah saya yang
mendukung terciptanya lingkungan interaksi belajar di sekolah adalah kepala
sekolah yang memiliki jiwa kepeimpinan yang bijaksana, mengayom, mendukung
pelaksanaan pembelajaran yang berpihak pada murid, seperti penyediaan dana
untuk mendukung pembelajaran di luar kelas, penyediaan media alat peraga yang
mendukung pembelajaran murid di dalam kelas. Di sekolah juga memiliki banyak
guru yang berpengalaman sehingga kekuatan ini bisa saya dijadikan untuk
senantiasa meminta saran praktik baik dari guru-guru yang jauh lebih
berpengalaman dari saya.
- Sumber Daya Alam di
lingkungan sekolah
Sekolah kami memiliki lapangan yang
lumayan luas dan juga taman yang ditanami bunga-bunga dan tanaman hias yang
rindang sehingga bisa dijadikan sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Di
taman kami juga ada disedian tempat duduk yang nyaman, tempat ini juga cocok
dikjadikan sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Di taman-taman sekolah
kami juga ada tanaman apotik hidup yang bisa juga dijadikan sebagai
sumber/media pembelajaran.
- Visi dan misi sekolah
Visi merupakan suatu rangkaian kata
yang di dalamnya terdapat impian, cita-cita, tujuan masa depan suatu sekolah.
Sementara misi adalah cara atau langkah-langkah yang ditempuh untuk
mencapai visi sekolah. Visi misi merupakan suatu kekuatan yang apabila
kita memilikinya maka tujuan pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah/di
kelas lebih terarah.
- Letak geografis sekolah
Letak sekolah saya bisa dikatakan di
perkotaan ramai, namun tidak di pinggir jalan besar.Sekolah kami berada di ibu
kota kecamatan, sehingga berdekatan dengan instansi , pemerintah, badan usaha
seperti kantor camat, koramil, BRI,Pegadaian, Swalayan dan lain sebagainya. Hal
ini bisa dijadikan sebagai potensi/kekuatan untuk mendukung terciptanya
lingkungan interaksi belajar yang berpusat pada murid .
4. GALI UNSUR-UNSUR
PEMANGKU KEPENTINGAN YANG MEMILIKI POTENSI
Sebagai
guru penggerak kita juga perlu mengenali unsur-unsur pemangku kepentingan yang
memilki kekuatan/potensi yang dapat berkontribusi dalam menggapai impian sekolah.
Hal ini diperlukan agar kita bisa melibatkan pihak tersebut berperan dalam
mewujukan visi guru/sekolah.Dengan demikian, Kolaborasi sekolah dengan
unsuru-unsur pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi guru/sekolah sesuai
dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) dikenal sebagai pendekatan manajemen
perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan.
Berikut pemetaan
unsur-unsur pemangku kepentingan serta kekuatan yang dimiliki sehingga dapat
membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar di sekolah
saya berkarya yaitu:
- Guru : sebagai aktor yang berperan sebagai pendidik di
dunia pendidikan
Saya sebagai aktor pendidik di
sekolah memiliki kekuatan berupa bekal ilmu dari program Guru Penggerak terkait
bagaimana mendidik yang sebenarnya berdasarkan pemikiran KHD. Saya juga
memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk melakukan perubahan terkait
paraktik pembelajaran yang berpusat pada murid di setiap pembelajaran. Selain
itu saya pribadi juga memiliki rasa ingin tahu yang kuat/senag
mengupgrade ilmu terkait praktik baik dalam pembelajaran seperti suka
bertanya atau mencari ilmu-ilmu baru dari buku, internet maupun bertanya pada
rekan sejawat. Setelah itu, saya juga pribadi yang senang mempraktikkan hal-hal
yang baru terutama dalam menjalankan profesi saya sebagai pendidik.
- Murid : sebagai aktor yang akan dididik menuju selamat
dan bahagia
Tujuan pendidikan sesungguhnya
adalah menuntun anak untuk menumbuhkembangkan potensi yang ia miliki agar kelak
ia merasakan keselamatan dan kebahagiaan di masa mendatang. Proses
pembelajaran akan menjadi lebih baik jika semua anak memiliki respon positif
dalam mengikuti pembelajaran. Namun ada kalanya beberapa anak tidak selalu
menunjukkan keberminatannya dalam mengikuti pembelajaran. Penyebabnya bisa
beragam, bisa jadi karena faktor internal maupun faktor eksternal. Dalam hal
ini, selain pendekatan dari guru, dukungan dari teman murid lainnya juga sangat
diperlukan dalam menumbuhkan kembali motivasi belajar murid tersebut.
3.
Kepala
Sekolah yang berperan mengakomodir segala pelaksanaan perubahan
Kekuatan yang dimilki kepala sekolah
sehingga dapat membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar
di sekolah adalah :
1.
Kepala
sekolah saya memiliki kepribadian yang bersedia menerima masukan-masukan
sebagai kebijakan sekolah yang baik untuk mendukung tercapainya visi
guru/sekolah,
2.
Kepala
sekolah saya memiliki jiwa untuk maju termasuk mendukung program-program baru
sebagai upaya pencapaian visi guru/sekolah.
3.
Kepala
sekolah saya memiliki jiwa kepemimpinan yang bikjaksana sehingga bisa
mengakomodir pendapat-pendapat guru-guru dan para orang tua murid untuk membuat
kebijakan yang berpihak pada murid.
4. Rekan guru sebagai rekan kolaborasi untuk mewujudkan
perubahan
Rekan guru lain memiliki kekuatan tersendiri
bagi saya untuk menumbuhkan interaksi belajar yang dapat memantik motivasi
intrinsik belajar anak. Ketika kelas baru dimulai, disitu kita perlu berdiskusi
dengan guru kelas sebelumnya terkait karakteristik anak. Hal ini
diperlukan untuk mempersiapkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik siswa. Dengan rekan sejawat saya juga bisa berdiskusi terkait
kendala yang dialami ketika melakukan proses pembelajaran di kelas. Berbagi
praktik baik atau bertukar pikiran tentang penggunaan model, teknik maupun
strategi belajar juga sangat diperlukan sebagai upaya perbaikan praktik
pembelajaran yang dilakukan.
5.
Orang tua
siswa, sebagai sumber belajar siswa yang paling dekat
Pemangku
kepentingan lain yang berpotensi untuk berkontribusi dalam mencapai visi
guru/sekolah adalah orang tua siswa. Orang tua siswa adalah orang yang paling
dekat bahkan paling lama waktunya dengan anak dibanding gurunya. Orang tua
adalah orang yang paling megenal anknya. Menyadarkan orang tua bahwa pendidikan
karakter pertama adalah di kelauarga. Dalam hal ini perlunya guru membangun
kesepakatan dalam membangun karakter anak yang dimulai dari rumah. Dimulai dari
pemberian contoh sampai pada pembiasaan
karakter yang membudaya. Berikut merupakan kekuatan yang dimilki orang tua
siswa di sekolah sehingga dapat membantu saya dalam menciptakan
lingkungan dan interaksi belajar di sekolah :
1.
Motivasi yang tinggi dalam mendukung
belajar anaknya di sekolah
2.
Jiwa kepedulian dan solidaritas yang
tinggi terhadap masalah penghambat belajar anak-anak di kelas, sehingga
dapat membantu saya dalam mengatasi masalah anak.
3.
Profesi yang beragam seperti:
dokter, tukang bunga, karyawan, pedangang dan lain sebagianya,sehingga potensi
ini bisa dijadikan sebagai sumber belajar anak.
6.
Unsur
dinas pendidikan dan Pengawas Sekolah
Unsur
dinas pendidikan memiliki keterkaitan dalam mewujudkan visi sekolah. Mengapa?
Karena Pogram-pogram dinas pendidikan umumnya bertujuan untuk mendorong
peningkatan ekosistem pendidikan melalui kebijakan-kebijakan maupun program-program
yang dicangkan . Dari pencangan program kemudian sosialisasi terkait program
dengan mengundang guru-guru dan kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan
pelatihan yang meningkatkan mutu pembelajran di sekolah. Jika program
terstruktur maka akan ada evaluasi sampai pada tindak lanjut program sehingga
dapat mempengaruhi komunitas sekolah dalam mewujudkan visinya. Dalam hal ini pengawas
sekolah merupakan perpanjang tangan dinas pendidikan yang secara langsung bertugas untuk terjun langsung ke sekolah
dalam mengawasi, memantau dan menilai pelaksanaan 8 standar nasional
pendidikan, penilaian, pembimbingan, dan pelatihan profesional guru. Kekuatan
yang dimiliki oleh unsur dinas pendidikan dan pengawas sekolah sangat
diperlukan dalam mewujudkan visi guru dan sekolah. Dengan adanya sistem prigram
yang terstruktur, pelaksanaan, evaluasi/refleksi, umpan balik sampai pada
tindak lanjut maka akan mempermudah sekolah dalam mewujudkan visi sekolah.
7.
Organisasi
atau komunitas pendidik
Organisasi/komunitas pendidik
merupakan unsur pemangku kepentingan yang tidak bisa dilepaskan oleh guru dalam
mewujudkan visi belajar merdeka. Salah satu komunitas yang dimaksud adalah KKG
yang merupaka komunitas kelompok kerja guru yang anggotanya adalah guru-guru
kelas di SD. Wadah ini merupakan tempat yang sangat baik bagi guru SD untuk
memperoleh ide, berbagi ilmu pengetahuan/ide, dan berbagi praktik mengajar yang
baik dikomunitas. Komunitas KKG juga merupakan wadah yang baik untuk
menyampaikan permasalahan terkait praktik pembelajaran yang berpusat pada siswa
sehingga menemukan pemecahan masalah lewat diskusi di komunitas.
Selain komunitas KKG, Organisasi-organisasi
yang menunjang tumbuh kembangnya bakat anak seperti di bidang seni (sanggar
tari), olah raga (pencak silat,karate), organisasi pegiat literasi.
Organisasi-organisasi ini juga sangat bermanfaat untuk mengispirasi, menggali
potensi/bakat anak dalam menghasilkan sebuah karya . Pelibatan
organisasi-orgaisasi tersebut memiliki kontribusi dalam mewujudkan visi
sekolah. Misalnya anak-anak yang
memiliki bakat menulis akan tergali jika pihak sekolah melibatkan pegiat
literasi dengan pencangana program-program sekolah sebelumnya.
8. Masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa yang lebih luas,
sekaligus sebagai faktor pendukung keberhasilan sekolah
Unsur pemangku kepentingan dapat
membantu saya dalam menciptakan lingkungan dan interaksi belajar di sekolah selanjutnya adalah masyarakat. Jika dilihat
dari lingkungan masyarakat sekolah saya berada, maka kekuatan yang dimiliki
oleh masyarakat sebagai lingkungan belajar adalah:
1.
Lingkungan masyarakat yang
bersahabat menyediakan tempat untuk ruang belajar di lingkungan
2.
Kesediaan masyarakat dijadikan
sebagai sumber belajar murid
3.
Profesi di lingkungan masyarakat sekolah
yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar murid
5.
BAGAIMANA
MEWUJUDKAN VISI MERDEKA BELAJAR MELALUI PENDEKATAN INKUIRI APRESIATIF MODEL
BAGJA SESUAI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA?
Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa Pendekatan
IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan
kontribusi dalam mewujudkan visi/perubahan positif. Perlunya kita memetakan
unsur-unsur yang memiliki potensi yang dapat berkontribusi dalam mewujukan visi
guru/sekolah. Hal ini mempermudah kita untuk mengatur langkah, merencanakan hal-hal
yang melibatkan unsur-unsur tersebut dalam mewujudkan visi sekolah merdeka belajar. Selain memetaka
unsur pemangku kepentingan, kita juga perlu mengenali apa saja potensi lingkungan
yang dimiliki sekolah untuk menunjang
terwujudnya visi merdeka belajar di sekolah.Uraian di atas sejalan dengan
pemikiran Kihajar Dewantara bahwa yang bertanggung atas terselenggaranya
pendidikan ada 3 yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
Mewujudkan visi merdeka belajar
melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
menggali/menggiring kita dalam melakukan perubahan positif serta
tindakan-tindakan yang akan kita lakukan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan pemandu.
Cara mewujudkan visi merdeka belajar melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif
dengan tahapan BAGJA antara lain:
|
PRAKARSA PERUBAHAN |
Mewujudkan
Visi merdeka Belajar di kelas/pembelajaran yang berpusat pada siswa |
|
|
TAHAPAN |
Pertanyaan |
Daftar tindakan yang perlu
dilakukan untuk menjawab pertanyaan |
|
B-uat pertanyaan (Define) |
1. Hal yang paling menarik apa untuk kita pelajari dari pengalaman melakukan
kegiatan pembelajaran? |
1.
Membuat
tim melakukan perubahan yang anggotanya bisa guru dan siswa-siswa yang
dianggap mumpuni. 2.
Diskusi
dengan kepala sekolah dan rekan-rekan guru terkait hal-hal positif yang telah
dilakukan selama ini dalam mengelola pembelajaran 3.
Wawancara
dengan beberapa siswa terkait hal yang paling menarik yang pernah dialaminya
ketika mengikuti pembelajaran |
|
A-mbil pelajaran (Discover) |
1.
Apa
kontribusi yang telah dilakukan dan berjalan dengan baik? Mengapa? 2.
Siapa
saja selama ini yang terlibat /dilibatkan untuk mendukung? 3.
Kekuatan/keahlian
apa yang kita gunakan selama iniuntuk membantu? 4.
Hal menarik apa yang dilakukan
oleh orang lain dalam mengelola pembelajaran yang berpusat pada murid sebagai
upaya perwujudan visi merdeka belajar? |
1.
Bertanya
kepada orang lain atau sekolah yang berpengalaman tentang bagaimana
melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid sebagai perwujudan visi
merdeka belajar 2.
Searching
di media internet, youtube terkait pelakasanaan pembelajaran yang menyenagkan
dan berpusat pada murid 3.
Diskusi
dengan kepala sekolah dan guru-guru lain terkait hal positif/menyenangkan apa
yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran yang menyenagkan dan
berpusat pada murid 4.
Melakukan
diskusi di Komunitas KKG, berbagi praktik baik terkait pembelajaran yang
berpusat pada murid 5.
Mencari
informasi lewat media internet terkait praktik perwujudan visi merdeka belajar/pembelajaran yang
berpusat pada murid 6.
Mancari
referensi lewat membaca buku, penelitian yang berhubungan dengan praktik
pembelajaran yang berpusat pafda murid 7.
Merefleksi
diri terkait keahlian apa yang telah kita gunakan untuk membantu menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada murid |
|
G-ali mimpi (Dream) |
1.
Seperti
apa siswa dan guru yang terlibat dalam pembelajran? 2.
Bagaimana
mewujudkan pembelajaran yang menyenagkan dan berpusat pada murid? 3.
Apakah
harapan pembelajran yang menyenagkan dan berpusat pada murid dapat terwujud? 4.
Sumber
daya apa yang dapat menunjang terciptanya pelaksanaan pembelajran yang menyenagkan
dan berpusat pada murid? |
1.
Membuat
lembar obserbasi aktivasi siswa dan guru terkait pelaksanaan pembelajaran
yang berpusat pada siswa. 2.
Membuat
daftar list apa saja hal positif yang kita peroleh dari wawancara dengan
siswa, berdiskusi di komunitas, dengan rekan guru, kepala sekolah bahkan
orang tua siswa untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. 3.
Mencatat
hal-hal atau harapan-harapan pembelajaran yang diinginkan oleh murid. 4.
Membuat daftar pihak yang terlibat dalam
menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid. (misaknya, guru lain,
orang tua, teman atau dengan yang lain). |
|
J-abarkan rencana (Design) |
1. Siapa saja yang akan berperan dalam melakukan
pembelajaran yang berpusat pada murid? 2. bagaimana pengelolaan pembelajaran yang berpusat pada
murid? 3. Bagaimana mengukur kemajuan pelaksanaan pembelajaran
yang berpusat pada murid 3. Apa langkah-langkah atau
terobosan yang dapat dilakukakan untuk pembelajaran yang berpusat pada murid? |
1.
Membuat
list pertanyaan berhubungan dengan survey 2.
Berdiskusi dengan rekan guru yang pernah
memegang siswa kelas saya sebagai pertimbangan pembentukan kelompok belajar 3.
Menyusun
daftar masukan/usulan murid terkait pembelajaran yang mereka senangi 4.
Membuat
angket terkait perasaan anak pada pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada
murid 5.
Merancang
pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai dengan materi dengan
memerhatikan masukan-masukan dari siswa. Misalnya: guru dapat menyediakan
LKPD, Bahan ajar, Media pembelajaran yang mendukung rancangan pemebelajaran yang
berpusat pada siswa |
|
A-tur eksekusi (Deliver) |
1. Siapa yang akan terlibat untuk
mewujudkan rencana? 2. Bagaimana melaporkan kemajuan ke
kepala sekolah? |
1.
Membuat
jadwal pelaksanaan pembelajaran 2.
Membuat
survey/angket terkait perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran 3.
Menyerahkan
hasil survey ke kepala sekolah 4.
Mendiskusikan
kembali /merefleksi pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa 5.
Mengevaluasi bersama terkait pelaksanaan pembelajaran
yang berpusat pada siswa bersama guru kepala sekolah 6.
Melakukan
tindak lanjut dari perubahan yang telah dilakukan. |
Komentar
Posting Komentar