ARTIKEL AKSI NYATA PENERAPAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA (Modul 1.1)
ARTIKEL
AKSI NYATA
PENERAPAN PEMIKIRAN KI HAJAR
DEWANTARA
1.
Latar belakang tentang
situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak
Pentingnya melakukan perubahan positif dalam lingkungan sekolah
terutama pada kelas saya selaku guru penggerak yang akan menjadi contoh buat
rekan kerja di sekolah sebagai implementasi pengetahuan yang diperoleh dari
program guru penggerak. Lewat program guru penggerak ini saya tergerak ingin
melakukan suatu perubahan, diharapkan dengan perubahan ini saya bisa
menggerakkan rekan keraja saya di sekolah untuk melakukan perubahan positif
juga.
Kondisi sekarang yang menjadi suatu tantangan untuk melakukan
gerakan perubahan positif di kelas. Kebijakan yang dikeluaran oleh pemerintah sebagai
upaya pencegahan penularan Covid-19 menjadikan aktivitas KBM tidak bisa dilakukan seperti pelaksanaan
kondisi normal. Kondisi ini mengharuskan saya sebagai guru untuk melakukan
pembelajaran daring. Ada banyak kendala yang saya temui ketika melaksanakan
pembelajaran daring ini, diantaranya tidak semua orang tua punya smart phone,
hal ini mengingat kondisi latar belakang ekonomi orang tua siswa saya berasal dari kalangan menengah kebawah, bahkan
lebih dominan dari kalangan bawah. Terkadang orang tua mengeluh dengan kondisi punya
anak 3 yang semunya melakukan pembelajaran daring sehingga anaknya merasa
kesulitan mengikuti pembelajaran daring. Selain itu, keluhan lain muncul
pembelajaran daring tidak bisa diikuti karena ketidak sanggupan membeli paket
data internet. Ada juga anak yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring
dikarenakan smart phone yang dimiliki orang tuanya dibawa kerja pergi pagi dan
pulang malam Serta alasan jika smart phone orang tuanya digunakan untuk jualan
online. Kondisi ini memaksa saya untuk berpikir keras bagaimana cara
melaksanakan pembelajaran meskipun ada hambatan.
Pembelajaran modul 1.1. tentang Pemikiran Kihajar dewantara
membuka cakrawala saya terkait bagaimana menjadikan pembelajaran menjadi lebih
bermakna sekalipun tidak dilakukan secara tatap muka. Dari uraian modul
tersebut maka saya tertarik menerapkan pemikiran kihajar dewantara tentang
melaksanakan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan orang tua.
2.
Deskripsi Aksi Nyata yang dilakukan, berikut alasan mengapa
melakukan aksi tersebut
Aksi nyata saya dimulai dari
sosialisasi terkait pembelajaran yang akan saya lakukan, dan sekaligus memberi
pemahana kepada orang tua siswa tentang pemikiran KHD terkait arti pendidikan,
pengajaran dan arti mendidik yang sesungguhnya. Perlunya mengubah paradigma
orang tua yang mengaggap bahwa sekolahlah yang berkewajiban mendidik anaknya.
Hal ini dilakukan agar orang tua sadar penuh bahwa peran orang tua sagat
diperlukan demi menciptakan anak yang cerdas dan berkarakter.
Adapun
langkah selanjutnya yang saya lakukan dalam aksi nyata setelah melakukan sosialisai kepada
orang tua adalah mendata siswa yang bisa dan tidak bisa mengikuti pembelajaran
daring. Menentukan jadwal kepada kedua
kelompok anak tersebut. Mempersiapkan rencana pembelajaran, media, bahan dan
LKPD yang saya perlukan dalam melakukan pembelajaran.
Di
bawah ini merupakan deskripsi aksi nyata yang saya lakukan meliputi:
1.
Memfasilitasi anak dalam mengikuti
pembelajaran daring dan luring
2.
Membagikan LKPD sebagai acuan
siswa dalam melaksanakan tugas proyek yaitu Pemanfaatan lingkungan sekitar
3.
Selanjutnya
menggali potensi siswa dengan menuangkan pemahamannya tentang materi lewat potensi yang ia miliki (pantun, puisi,
lagu, cerita, gambar, ilustrasi, laporan dan lain sebagainya).
4.
Meminta
siswa untuk memanfaatkan media internet dalam mencari informasi tentang
tumbuhan/tanaman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan organ peredaran darah.
5.
Meminta
siswa untuk menanam salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan
organ peredaran darah
6.
Meminta
siswa menuangkan ide cara menjaga kesehatan organ peredaran darah sesuai
potensi yang ia miliki
7. Menerjemahkan
kebahasa daerah sekilas tentang pemahamannya dengan materi
Adapun
alasan saya melakukan pembelajaran berbasis proyek di atas adalah:
1.
Dengan
melaksanakan pembelajaran ini diharapkan pemahaman siswa terhadap materi
semakin meningkat
2.
Dengan
melaksanakan pembelajaran ini diharapkan
potensi/bakat siswa semakin berkembang.
3.
Dengan
melaksanakan pembelajaran ini diharapkan semakin terjalinnya kedekatan
antara anak dengan orang tua/keluarga
4.
Dengan
melaksanakan pembelajaran ini diharapkan siswa mengenal dan menumbuhkan keinginan untuk melestarikan
bahasa daerahnya.
3.
Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan
1.
Memfasilitasi anak dalam mengikuti
pembelajaran daring melaui aplikasi google meet. Menampilkan tayangan
presentasi power point, Menayangkan video youtube terkait sistem peredaran
darah manusia. Mengajak siswa berdiskusi terkait matri sisem peredaran darah
manusia. Sedangkan anak yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring saya
fasilitasi dengan melakukan pembelajaran tatap muka, namun tetap menjaga
protokol kesehatan.
2.
Membagikan LKPD sebagai acuan
siswa dalam melaksanakan tugas proyek yaitu Pemanfaatan lingkungan sekitar anak
dalam membuat prakarya model sederhana sistem peredaran darah manusia (budaya
alam). Anak-anak-antusias dalam membuat karya tentang sistem peredaran darah
manusia, ada yang bentuk 2 dimensi dan ada juga yang bentuk 3 dimensi. Hal ini
terbukti dari video/poto yang dikirimkan berupa karya anak tentang sisetm
peredaran darah manusia.
3.
Selanjutnya
menggali potensi siswa dengan menuangkan pemahamannya tentang materi lewat potensi yang ia miliki (pantun, puisi,
lagu, cerita, gambar, ilustrasi, laopran dan lain sebagainya). Dalam hal ini
siswa umumnya menyajikan pemahaman lewat video presentasi lisan yang dikirimkan
di WAG. Sebenarnya anak punya potensi lain namun, karena kondisi yang tidak
dituntun secara langsung oleh guru, siswa merasa kesulutan menuangkan
pemahamannya lewat potensi yang ia miliki.
4.
Meminta
siswa untuk memanfaatkan media internet dalam mencari informasi terkait
tumbuhan/tanaman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan organ peredaran darah,
Hasil pembelajaran ini adalah penyajian siswa secara tertulis diselembar kertas
terkait tanaman yang berkhasiat untuk peredaran darah manusia. Menumbuhkan keingintahuan
siswa tentang tumbuhan di sekitar yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan organ
peredaran darah manusia. Siswa menemukan ragam tumbuhan yang berkhasiat untuk
menjaga kesehatan organ peredaran darah. Hal ini terbukti dari jenis tumbuhan
yang ditanam siswa seperti: jahe, kunyit, kencur, bawang putih, sledri dan
serai.
5.
Meminta
siswa untuk menanam salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan
organ peredaran darah dan mengamati dan melaporkan perkembangannya selama
sebulan. Siswa langsung berinteraksi dengan alam yakni menanam tanaman secara
langsung dan mengamati perkembangannya. Tanaman yang ditanam siswa seperti
jahe, kunyit, kencur, sledri,serai, kelor dan lain sebaginya. Tanaman siswa ada
yang tumbuh dengan baik dan ada juga tidak tumbuh atau pertumbuhannya lama.Tanaman
yang tumbuh dari yang ditanam anak seperti serai, kencur, kunyit, sledri dan
bawang putih. Anak yang menanam jahe dan kunyit hampir gagal pertumbuhannya,
hal ini dikarenakan bibit yang ditanaman kurang tua, atau kurang siram atau
kenadala lain.
6.
Meminta
siswa menuangkan ide cara menjaga kesehatan organ peredaran darah sesuai
potensi yang ia miliki (bisa dengan gambar, cerita, pantun puisi, lagu, gerakan
dan lain sebagainya) Dalam hal ini, umumnya siswa memilih cara menjaga
kesehatan yang diperagakan dalam gerakan senam. Ada yang melakukan secar
berkelompok dan ada yang sendiri-sendiri.
7.
Menerjemahkan
kebahasa daerah sekilas tentang pemahamannya terkait sistem peredaran darah
sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.
(bukti fisik setoran tugas berupa video anak dalam menyampaikan pemahaman
menggunakan bahasa daerah dan terjemahannya di selembar kertas). Hasil
pembelajaran ini, siswa mengirimkan tugas dengan bahasa daerah masing-masing.
Hal penglaman lucu dari siswa ketika melaksanakan aktivitas pembelajaran ini
adalah, ketika kedua orang tuanya tidak paham bahasa daerah, maka oarng tua dan
anak berusa menelpon saudara dikampung untuk belajar bahasa daerah. Selain itu,
ada juga yang belajar bahasa daerah dari tetangga. Video masing-masing anak
dikirimkan ke group paguyuban, sehingga memperkaya perbendaharaan bahasa daerah
diantara siswa yang sama sukunya, dan memperkenalkan bahasa daerah yang lain
untuk suku yang berbeda. Hal ini juga bermanfaat untuk menggugah hati orang tua
untuk tetap melestarikan bahasa daerahnya sebagai identitas diri.
4.
Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan (kegagalan maupun
keberhasilan)
Dari
proses pembelajaran ini saya menyimpulkan bahwa pembelajaran akan lebih
bermakna jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari anak. Sistem peredaran darah
manusia, dikaitkan dengan pencarian tanaman yang berguna untuk organ peredaran
darah, cara menjaga.memelihara organ peredaran darah yang dituangkan dalam
sebuah karya, sampai pada menanam tanaman yang baik untuk organ peredaran
darah. Pembelajaran ini juga semakin mempererat hubungan anak dengan keluarga
apalagi disaat penugasan pelesatrian bahasa daerah.
Bicara
kegagalan, saya masih belumberhasi secara keseluruhan terkait aksin nyata yang
saya lakukan. Adapun kegagalan saya yaitu saya belum bisa menuntun siswa untuk
menuangkan karya sesuai potensi yang ia miliki. Siswa belum bebas dalam
berkarya, hal ini terlihat dari karya yang mereka miliki nyaris sama. Seperti
tugas siswa penyajian pemahaman materi yang semua siswa menuangkannya lewat
presentasi video.
5.
Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Sejalan
dengan kegagalan saya di atas, maka saya berencana melakukan perbaikan untuk
bisa menggali potensi anak lebih dalam lagi. Adapun beberapa cara yang akan
saya lakukan adalah mencari referensi terkait bagaimana menggali potensi anak,
mempelajari bagaimana cara menumbuhkembangkan potensi-potensi yang dimiliki
anak baik lewat membaca buku, mengikuti pelatihan, seminar, maupun diskusi
dengan rekan sejawat/komunitas.
6.
Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto
atau video-video singkat berikut caption/narasi singkat nya.




![]()







![]()



Komentar
Posting Komentar